Jenis Kopi di Cafe: Temukan yang Paling Pas Untukmu
Banyak orang yang pesan kopi di cafe tanpa benar-benar tahu apa itu americano, capuccino, dll. Ujung-ujungnya ya pesan kopi susu gula aren, kan? Pilihan kopi sejuta umat termasuk MinYou pribadi.
Selain soal harga, biasanya apapun kopinya ya terlihat sama saja. Padahal, setiap jenis kopi di cafe itu beda. Mulai dari karakteristik, rasa, dan sebagainya.
Untuk itu, mulai sekarang yuk pahami apa saja pilihan kopi yang biasanya pasti ada di cafe-cafe. Nantinya kamu bakal lebih tahu saat mau pesan kopi di cafe dan dapat pilihan yang paling pas sesuai selera dan kebutuhan.
Jenis-jenis Kopi di Cafe

Secara umum, ada dua jenis minuman kopi di cafe yaitu black coffee dan white coffee. Keduanya sama-sama menggunakan ekstrak kopi sebagai bahan pembuat. Biar lebih detail, yuk simak penjelasan Minyu berikut ini.
1. Black Coffee
Black coffee adalah minuman dari ekstrak biji kopi yang diseduh hanya menggunakan air, tanpa tambahan susu, krim, gula, atau perasa lainnya. Setidaknya, ada lima jenis black coffee yang biasa dijual di cafe yaitu:
- Espresso: satu takaran (single shot) ekstrak biji kopi murni, tidak ditambah dengan air, dan memiliki ukuran 25-30 ml.
- Americano: campuran antara satu shot espresso, baru kemudian ditambah air panas atau air es. Kopi ini tidak punya busa kopi (crema) dengan rasa kopi lebih ringan.
- Long Black: kombinasi antara air panas yang kemudian dituangkan satu shot espresso di atas air. Bedanya dengan americano adalah rasanya yang lebih pekat dan bold.
- Cold Brew: kopi yang diseduh dengan air dingin selama 12-24 jam di kulkas. Cara ini membuat kopi memiliki tingkat keasaman lebih rendah dan rasa yang lebih soft.
- Filter Coffee: ekstrak kopi tanpa ampas yang disajikan dengan metode penyeduhan secara manual tanpa mesin, misalnya V60, aeropress, french press, atau chemex.
Baca Juga: Bikin Kopi Susu di Rumah dengan Rasa Ala Cafe. Siapa Takut?
2. White Coffee
Berbeda dengan black coffee, white coffee adalah minuman dari ekstrak kopi yang disajikan dengan susu atau krimer. Di cafe, sajian ini terkadang diberikan opsi tambahan gula atau sirup untuk menambahkan rasa manis.
Beberapa jenis white coffee yang sering dijual di cafe antara lain:
- Latte: satu shot espresso yang dicampur dengan susu steam dan milk foam.
- Flat White: perpaduan single shot espresso dengan susu tanpa melalui proses apapun.
- Cappuccino: gabungan satu shot espresso, susu steam, dan milk foam yang tebal sehingga teksturnya sangat ringan.
- Macchiato: double shot espresso yang ditambahkan dengan susu sehingga rasa kopinya jauh lebih kuat dan pekat daripada latte.
3. Flavoured Coffee
Nah untuk jenis ini, biasanya variasinya lebih beragam dan ditambahkan gula, sirup, atau perasa. Terkadang, cafe juga menambahkan item lain seperti es krim. Beberapa flavoured coffee yang sering di jual di Indonesia adalah:
- Mochaccino: campuran single shot espresso, susu, dan cokelat.
- Flavoured Latte: kombinasi single shoot espresso, susu, dan sirup perasa sesuai kreasi, misalnya hazelnut, caramel, gula aren, atau pandan.
- Affogato: satu scoop es krim vanilla yang disiram dengan single atau double shot espresso.
- Dalgona Coffee: gabungan antara, kopi instan, gula, dan air panas yang dikocok dengan kecepatan tinggi sehingga menghasilkan foam yang padat. Campuran ini kemudian dituang dalam segelas susu yang lembut.
- Frappe: perpaduan antara single shot espresso, es batu, dan susu yang diblender secara bersama-sama. Minuman ini punya tekstur yang creamy seperti milkshake.
Tips Memilih Jenis Kopi Susu di Cafe

Biar kamu nggak salah pilih, coba ikuti tips memilih jenis kopi susu di cafe sesuai dengan preferensimu:
1. Pilih Biji Kopi Sesuai Selera
Di beberapa cafe tertentu, kamu akan diberi pilihan untuk memilih biji kopi. Umumnya, cafe menggunakan kopi robusta, arabika, dan house blend atau campuran biji kopi robusta dan arabika.
Dua jenis kopi ini memiliki karakteristik yang berbeda. Kopi robusta punya kadar kafein yang lebih tinggi sehingga rasanya lebih pahit dan pekat. Sementara itu, kopi arabika lebih rendah kafein dan memiliki rasa asam.
Buat kamu yang suka kopi susu dengan rasa lebih strong, kopi robusta bisa menjadi pilihan. Tapi, kalau kamu ingin kopi susu yang light dan lebih ramah di lambung, coba pilih kopi arabika. Nah, buat yang ingin cukup strong tapi tetap bisa dinikmati, biji kopi house blend cocok buatmu!
2. Perhatikan Jenis dan Takaran Susu yang Dipakai
Tips kedua yang bisa kamu lakukan adalah memperhatikan jenis dan takaran susu yang dipakai. Biasanya, mereka menggunakan susu sapi jenis fresh milk atau UHT sebagai bahan dasar.
Tetapi, sekarang ini banyak cafe yang menyediakan pilihan susu lain untuk pembeli, mulai dari susu sapi rendah lemak hingga plant-based milk seperti oat milk, almond milk, atau soy milk. Buat kamu yang punya intoleransi laktosa, plant-based milk akan lebih ramah di pencernaan.
Selain itu, takaran susu antara satu jenis kopi dengan yang lainnya bisa berbeda-beda. Perbedaan komposisi dan pengolahan susu akan menentukan tekstur kopi susu yang dinikmati. Misalnya, susu dalam cafe latte hanya sepertiga dan sisanya terdiri dari espresso dan busa susu (milk foam).
Sementara itu, di dalam capuccino, susu yang dipakai dipanaskan lebih lama dan busa yang tebal sehingga teksturnya lebih ringan. Kamu bisa menanyakan ke barista seberapa banyak susu yang dipakai agar bisa disesuaikan dengan selera.
3. Gunakan Takaran Gula yang Tepat
Tidak semua kopi susu mengandung gula, terutama jenis white coffee seperti latte, capuccino, dan macchiato. Namun, sekarang ini banyak cafe yang menyedikan kopi susu dengan campuran gula atau perasa, seperti kopi susu gula aren atau frappe.
Untungnya, sekarang ini banyak cafe yang menyediakan opsi gula seperti normal atau reguler, less sugar, atau no sugar. Dalam satu porsi kopi susu, takaran normal sugar yang digunakan adalah 20-30 ml gula.
Kalau kamu nggak suka kopi yang terlalu manis, cobalah untuk meminta less sugar dengan 10-15 ml gula. Nah, buat kamu yang sedang diet atau mengurangi konsumsi gula, kamu bisa request biar nggak pakai gula sama sekali atau no sugar.
Suka Kopi dengan Rasa Manis? Pastikan Gula Darah Tetap Terkontrol

Sekarang, kamu sudah tahu berbagai jenis kopi yang biasa di jual di cafe. Apakah kamu tim kopi susu tanpa gula atau justru nggak bisa minum kopi susu tanpa rasa manis? Kalau kamu suka kopi dengan rasa manis, kamu harus tetap mindful dengan gulanya, ya.
Soalnya, kopi susu dengan normal sugar punya takaran 20 ml atau setara dengan 17 gram gula pasir. Padahal, dalam sehari, kita hanya dianjurkan untuk mengonsumsi maksimal 50 gram gula per hari.
Artinya, ketika kamu mengonsumsi satu kopi susu dengan gula normal, ini sudah mencapai sekitar 34% dari batas maksimal konsumsi gula harian. Belum lagi, kamu mengonsumsi makanan berat dengan karbohidrat yang mengandung gula.
Nah biar gula darah nggak melonjak tinggi, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Pertama, coba kurangi gula dalam minuman dengan memesan kopi susu less sugar atau bahkan no sugar.
Selain itu, kamu bisa mengganti susu sapi dengan gula alami (laktosa) menjadi susu nabati yang lebih rendah gula. Lalu, kalau masih ingin minuman manis, coba pesan kopi susu no sugar lalu tambahkan dengan stevia.
Minum kopi susu sesekali memang bisa bikin mood naik dan terasa lebih produktif. Tapi, jangan sampai kamu mengonsumsinya secara berlebihan sehingga memengaruhi gula darah. Kalau sempat, cobalah buat kopi susu rendah gula dengan You & Milk Diabalance.