Hadirkan 4 Narasumber, Raditya Dika Ajak Kita Aware Soal Bahaya Diabetes
Ada cerita menarik dari empat pasien diabetes dalam siniar (podcast) terbaru Raditya Dika berjudul “Sharing-sharing soal Diabetes.” Dalam video ini, narasumber memiliki tipe dan perjalanannya dengan diabetes yang berbeda-beda.
Ageng Hasanah adalah pegawai negeri yang sudah berdamai dengan diabetes tipe 1 sejak 2010. Sementara itu, Lilla Syifa pernah koma dan dirawat selama satu bulan akibat diabetes dengan autoimun atau tipe 1.5.
Ada juga dua pasien diabetes tipe 2 yaitu komedian Nunung dan Babeh Wilham. Mereka menceritakan perjalanan mereka berdampingan dengan diabetes sekaligus mengajak kita semua untuk lebih waspada dengan penyakit ini.
Kasus Diabetes di Indonesia Terbilang Tinggi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat prevalensi diabetes tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari International Diabetes Melitus Federation (IDF) pada 2024, ada 20,42 juta orang Indonesia usia 20-79 tahun yang menderita diabetes.
Jumlah pasien diabetes bertambah 960.000 orang hanya dalam tiga tahun atau meningkat sekitar 4,93% dari tahun 2021. Banyaknya jumlah pasien diabetes membuat Indonesia menjadi negara dengan pasien diabetes terbanyak kelima di dunia.
Peringkat Indonesia berada di bawah negara-negara besar lainnya yaitu China, India, Amerika Serikat, dan Pakistan. Bahkan, Indonesia merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam 10 besar negara dengan kasus diabetes tertinggi di dunia.
Tidak berhenti sampai disitu, diabetes diprediksi masih mengancam Indonesia beberapa tahun ke depan. Jika tidak ditangani dengan tepat, asosiasi ini memperkirakan, ada sekitar 28,6 juta pasien diabetes di Indonesia pada 2050.
Bukan Hanya Orang Tua, Anak Muda Juga Sangat Rentan Terkena Diabetes
Kekhawatiran soal meningkatnya pasien diabetes tidak hanya terjadi pada lanjut usia (lansia), tetapi juga pada dewasa muda hingga remaja. Dikutip dari BBC, para ahli dari Imperial College London memperingatkan adanya peningkatan risiko diabetes tipe 2 pada perempuan usia 20-an di Inggris.
Menurut prakiraan NHS Inggris, saat ini ada sekitar 12.000 orang di bawah usia 30 tahun yang hidup dengan diabetes tipe-2.Peningkatan ini terjadi seiring dengan peningkatan kasus obesitas sejak pandemi Covid-19.
Tidak hanya itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono pernah menyinggung soal kasus diabetes pada usia remaja. Dante mengatakan, tren penyakit ini bukan hanya dipengaruhi genetik, tetapi juga perubahan gaya hidup sehari-hari.
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kurangnya aktivitas fisik, hingga begadang membuat risiko diabetes muncul lebih awal dibandingkan generasi sebelumnya. Ditambah lagi, tingginya aktivitas layar dan tekanan mental dapat memperburuk kondisi ini.
Cerita 4 Narasumber yang Terkena Diabetes, Dari Gejala Sampai Penyebab
Dalam podcast Raditya Dika berjudul “Sharing-sharing soal Diabetes,” ada empat narasumber yang menderita diabetes dengan jenis yang berbeda. Mereka adalah komedian Nunung, Babeh Wilham, Lilla Syifa, dan Ageng Hasanah.
Tiga dari empat bintang tamu yang hadir dalam podcast terkena diabetes di usia muda yaitu di bawah 30 tahun. Mereka menceritakan perjalanannya sebagai diabetesi, mulai dari gejala, penyebab, hingga kondisi saat ini.
Ageng Hasanah Berdamai dengan Diabetes Tipe 1 Sejak 2010
Ageng Hasanah sudah berdamai dengan diabetes tipe 1 sejak 16 tahun lalu, tepatnya pada 2010. Saat itu, ia menyadari dirinya terkena diabetes saat mulai muncul gejala seperti tidak bisa menahan buang air kecil, berat badan terus turun, pandangan kabur, lelah, dan lapar.
Gejala yang dialami Ageng semakin parah ketika ia sering mual dan muntah hingga tidak bisa bangun. Akhirnya, ia memutuskan untuk ke dokter dan didiagnosis diabetes dengan gula darah hingga 600 mg/dL yang tergolong tinggi.
Setelah itu, Ageng harus rutin suntik insulin karena kadar gula darah yang terlalu tinggi. Ia mengaku, diabetes yang dialaminya terjadi akibat beberapa faktor, termasuk riwayat keturunan dari keluarga.
16 tahun berlalu, Ageng masih tetap menjalani suntik insulin rutin empat kali dalam sehari. Namun, selain menggunakan insulin, ia juga mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan You & Milk Diabalance.
Setiap pagi, ia mengonsumsi susu rendah gula ini untuk menjaga nafsu makan dan sebagai sarapan praktis. Menurut Ageng, You & Milk Diabalance rasanya enak, tidak menaikkan gula darah, dan membuat perut kenyang lebih lama.
Cerita Lilla Syifa Alami Diabetes Autoimun di Usia 29 Tahun
Lilla Syifa mengidap diabetes autoimun atau sering disebut diabetes 1.5. Dalam dunia medis, penyakit ini disebut sebagai Latent Autoimmune Diabetes in Adults (LADA).
Pasien dengan LADA umumnya memiliki karakteristik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Kondisi ini terjadi akibat tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas.
Syifa mengalami penyakit ini saat dewasa yaitu pada usia 29 tahun dan gejalanya muncul pada Mei-Juni 2025. Pada waktu itu, ia sering pusing, lemas, sering dehidrasi, buang air kecil di malam hari, dan berat badan menurun.
Ia sempat cek gula darah dan hasil menunjukkan angka 356 mg/dL dan pemeriksaan HbA1c 11,5 persen. Dari dua indikator itu, ia didiagnosis mengalami diabetes dan tak lama setelahnya, Syifa mengalami koma selama satu bulan.
Perempuan asal Surabaya ini mengaku tidak ada keluarganya yang mengalami diabetes. Namun, ia sering mengonsumsi dessert viral atau makanan manis yang tinggi gula dalam jumlah berlebih, sekitar 3-4 kali per hari.
Babeh Wilham dan Nunung yang Menderita Diabetes Tipe 2 Akibat Pola Makan
Komedian Nunung divonis menderita diabetes pada 2019 saat melakukan cek kesehatan rutin. Ketika itu, ia sempat kaget karena tidak memiliki keluarga dengan riwayat diabetes atau mengalami gejala yang signifikan.
Komedian asal Solo ini terkena diabetes tipe 2 akibat berat badan berlebih atau obesitas. Sementara itu, Babeh Wilham menderita diabetes pada usia 30-an, namun ia tidak menyadari gejala kecil yang muncul di usia 25 tahun ke atas.
Di usia 25 tahun ke atas, Babeh mengalami pre-diabetes berupa leher menghitam, sering buang air kecil tengah malam, hingga luka sulit sembuh. Namun, gejala diabetes yang paling terlihat adalah muncul jerawat yang sangat besar di sekitar mata.
Meskipun memiliki gejala yang berbeda, Nunung dan Babeh punya pola hidup tidak sehat hingga terkena diabetes. Dua diabetesi ini sama-sama gemar mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan.
Nunung mengaku senang mengonsumsi minuman kemasan hingga 5-6 kaleng, sering ngemil tengah malam, dan sering makan makanan bertepung. Sementara itu, Babeh mengaku sering menambahkan gula dalam makanan dan minuman, porsi karbo berlebih, hingga jarang berolahraga.
Setelah menderita diabetes, mereka mulai mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Ada berbagai cara yang dilakukan, mulai dari lebih sering berolahraga, mengurangi stres, hingga menjaga pola makan.
Empat narasumber ini juga mengonsumsi You & Milk Diabalance untuk menjaga kestabilan gula darah mereka. Biasanya, mereka minum susu almond rendah gula ini 1-2 kali sehari untuk mengontrol rasa lapar.
Kak Ageng, Kak Lilla, Babeh Wilham, dan Mami Nunung sudah percayakan You & Milk Diabalance untuk kontrol gula darah. Sekarang, giliranmu yang hidup sehat dengan susu rendah gula You & Milk Diabalance!