Makanan Manis Bisa Picu Diabetes Meski Tak Ada Riwayat Keturunan

Makanan Manis Bisa Picu Diabetes Meski Tak Ada Riwayat Keturunan

Diabetes seringkali dianggap penyakit keturunan. Jadi, jika tidak ada riwayat keturunan dari penderita diabetes maka tidak mungkin seseorang terkena diabetes. Padahal, itu tidaklah benar. Faktanya diabetes bisa menyerang siapa saja bahkan yang tidak punya riwayat keturunan!

Salah satu penyebab utamanya adalah pola makan yang tidak baik seperti mengonsumsi terlalu banyak makanan manis. Mulai dari minuman manis, kue, dan lainnya. Jika dikonsumsi berlebihan dan sering, hal itu bisa memicu diabetes bahkan bagi mereka yang usianya masih tergolong muda.

Yuk, kita bahas kenapa makanan manis bisa picu diabetes meski tak ada riwayat keturunan. MinYou udah rangkum dari A-Z supaya kamu bisa menghindari risiko terkena diabetes. Apalagi, kalau kamu masih di usia muda.

Dibuktikan dengan Berbagai Penelitian, Makanan Manis Memang Bisa Memicu Diabetes!

Bahaya Mengonsumsi Makanan Manis

Sudah banyak penelitian yang membuktikan hubungan konsumsi makanan atau minuman manis dengan diabetes. Tidak hanya itu, pola hidup seperti ini juga memicu berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung, obesitas, hingga kanker.

Sebuah penelitian pada 2019 menemukan, orang yang mengonsumsi 2-6 gelas minuman berpemanis setiap minggu dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat semua penyebab hingga 6%.

Risiko ini dapat meningkat menjadi 14% jika seseorang mengonsumsi 1-2 gelas minuman manis per hari. Bahkan, pada orang yang minum lebih dari 2 gelas minuman manis per hari, risikonya meningkat hingga 21%.

Tidak hanya itu, sebuah meta-analisis pada 2010 menyebut, orang dengan konsumsi minuman manis 1-2 porsi per hari berisiko terkena diabetes tipe 2 sekitar 26% lebih tinggi dibandingkan orang yang jarang atau hampir tidak pernah minum minuman manis.

Penelitian ini juga diperkuat dengan studi lain pada 2021. Riset yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients ini menunjukkan, setiap minum satu porsi minuman manis per hari, risiko diabetes tipe 2 akan meningkat 27%.

Peneliti juga menemukan hal yang menarik yaitu semakin sering seseorang mengonsumsi minuman manis, semakin tinggi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular yang dapat terjadi. 

Bukan Hanya Diabetes, Makanan Manis Juga Berpotensi Memicu Penyakit Fatal Lainnya

Kaitan Makanan Manis dan Diabetes

Selain dapat menyebabkan diabetes, ada berbagai bahaya kesehatan akibat terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis yaitu:

1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Minuman berpemanis seperti soda, teh, atau jus mengandung banyak gula sederhana berupa fruktosa. Bahkan, mengonsumsi fruktosa dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk makan lebih besar daripada konsumsi glukosa, jenis gula yang ada dalam makanan bertepung.

Di sisi lain, minuman manis tidak menekan rasa lapar dan menyebabkan resistensi leptin, hormon penting yang mengatur rasa lapar. Akhirnya, jumlah lemak viseral (lemak perut) bertambah dan risiko diabetes, penyakit jantung, dan obesitas meningkat.

2. Berpotensi Terkena Penyakit Jantung

Pola makan tinggi gula terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Kondisi ini terjadi karena makanan tinggi gula menyebabkan peradangan dan tingginya kadar trigliserida, gula darah, hingga tekanan darah.

Tidak hanya itu, mengonsumsi terlalu banyak gula dikaitkan dengan aterosklerosis, penyakit yang ditandai dengan endapan lemak yang menyumbat arteri. Risiko seseorang terkena stroke juga dapat meningkat jika memiliki kebiasaan ini.

3. Memicu Pertumbuhan Sel Kanker

Orang yang sering mengonsumsi makanan dan minuman manis meningkatkan peradangan sekaligus menyebabkan resistensi insulin. Dua hal ini adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Berbagai studi menyebut, konsumsi makanan atau minuman manis dalam jangka panjang dikaitkan dengan kanker prostat dan esofagus. Tak hanya itu, peningkatan asupan gula juga sejalan dengan meningkatnya risiko kanker.

4. Mempercepat Penuaan pada Kulit

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan dan gula dapat memicu produksi advanced glycation end products (AGE), senyawa yang terbentuk akibat reaksi gula dan protein di dalam tubuh.

Ketika produksi AGE meningkat, kulit dapat menua lebih cepat daripada sebelumnya. Senyawa ini merusak kolagen dan elastin yang membantu kulit kencang dan penampilan awet muda. Akhirnya, kulit menjadi lebih kendur dan terlihat tua sebelum waktunya.

5. Merusak Gigi

Gula dalam makanan dan minuman manis dapat meninggalkan sisa-sisa di mulut. Setelah itu, bakteri yang ada di dalam mulut dapat memakan sisa gula yang ditinggalkan. Ketika bakteri mengonsumsi gula, mereka mulai menghasilkan asam yang mengikis email gigi.

Jika kebiasaan ini terus dilakukan, lama-lama akan lubang pada gigi. Apalagi, karies gigi akibat makanan manis lebih berpotensi muncul pada anak-anak, meskipun orang dewasa dan lansia dapat mengalami kondisi ini.

6. Menurunkan Kesehatan Ginjal

Pasien yang menderita diabetes, obesitas, maupun akibat konsumsi gula berlebih dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah gagal ginjal. Dalam dunia medis, gangguan ini disebut sebagai nefropati diabetik.

Diabetes dapat memicu kerusakan dan pembentukan jaringan parut pada bagian ginjal yang menyaring darah. Ketika sudah seperti ini, racun yang seharusnya dikeluarkan lewat urin menumpuk dalam darah dan menyebabkan gagal ginjal.

Baca Juga: Diabetes adalah Masalah Kita, Ini Tips dr. Tirta untuk Mencegahnya!

Selain Mengontrol Makanan Manis, Jangan Lupa Seimbangkan Gula Darah

CTA You & Milk bantu seimbangkan gula darah

Sekarang, kamu sudah tahu bahaya mengonsumsi makanan atau minuman manis terlalu sering. Jadi, mulai sekarang, kamu harus lebih peduli dengan makanan yang dikonsumsi dan menggantinya dengan yang lebih sehat.

Salah satu pilihan terbaik adalah rutin minum 2 kali sehari susu You & Milk untuk Diabetes! Susu almond rendah gula ini bisa membantu mengurangi keinginan makan manis atau sugar craving.

Manfaat seperti ini didapatkan dari berbagai bahan yang ada dalam susu nabati ini. You & Milk Diabalance kaya akan serat larut berupa inulin dan oat, karbohidrat kompleks berupa multigrain, dan karbohidrat lepas lambat dari isomaltulosa.

Berbagai bahan ini bermanfaat untuk mencukupi nutrisi harian, memberikan rasa kenyang lebih lama, dan menyediakan energi lebih stabil. Selain itu, susu almond ini menggunakan stevia sebagai pemanis 0 kalori yang tidak membuat gula darah melonjak.

Yuk mulai hidup sehat dengan gula darah seimbang dengan You & Milk Diabalance!

Similar Posts