Urutan Makan Diabetes yang Benar dan Tepat, Cegah Lonjakan Gula Darah!
Mengatur pola makan merupakan salah satu hal penting bagi penderita diabetes untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Selain memperhatikan jenis dan porsi makanan, ternyata urutan makan diabetes juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Mengonsumsi makanan dengan urutan tertentu dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Lantas, seperti apa urutan makan yang tepat bagi penderita diabetes dan apa alasannya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Bukan Hanya Jenis Makanan, Urutan Makan Juga Berpengaruh ke Gula Darah
Saat menjaga kadar gula darah, jenis makanan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Urutan makanan saat makan juga dapat memengaruhi respons gula darah setelah makan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan berserat dan berprotein sebelum makanan yang mengandung karbohidrat dapat membantu memperlambat peningkatan kadar gula darah.
Karena itu, penderita diabetes dapat mencoba memperhatikan urutan makanan dalam setiap waktu makan. Secara umum, makanan seperti sayuran dapat dikonsumsi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan sumber protein dan lemak, lalu makanan yang mengandung karbohidrat.
Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan yang lebih teratur untuk membantu mengelola kadar gula darah.
Urutan Makan yang Baik untuk Penderita Diabetes Agar Gula Darah Seimbang
Berdasarkan studi yang dipublikasikan di situs American Diabetes Association berjudul Food Order Has a Significant Impact on Postprandial Glucose and Insulin Levels, urutan makan dapat membantu mengurangi lonjakan kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes. Berikut urutan makan yang dapat diterapkan:
1. Urutan Pertama: Mengonsumsi Serat

Mengonsumsi makanan dengan serat tinggi dapat membentuk sebuah ‘penghalang’ di lambung, yang membuat penyerapan glukosa menjadi lambat dan membantu kontrol gula darah setelah makan untuk penderita diabetes.
Contoh makanan yang mengandung serat tinggi, seperti brokoli, bayam, mentimun, tomat, selada, kembang kol, dan lain-lain.
2. Urutan Kedua: Tambahkan Protein

Protein berperan penting dalam menstabilkan gula darah dan mengurangi hormon pemicu rasa lapar. Dalam sebuah penelitian mengatakan, jika makanan dengan kandungan tinggi protein cenderung lebih rendah indeks glikemik.
Baca Juga: 25 Buah untuk Diabetes yang Disarankan Para Ahli.
Beberapa makanan tinggi protein, seperti dada ayam, ikan, tahu, tempe, telur, edamame, yogurt, kacang-kacangan, dan lentil.
3. Urutan Ketiga: Sertakan Lemak Sehat

Lemak sehat pada makanan juga dibutuhkan untuk meningkatkan rasa kenyang dan memperlambat pencernaan. Tak hanya itu saja, lemak juga dapat membantu penyerapan vitamin.
Adapun makanan dengan lemak sehat yang bisa kamu konsumsi, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
4. Urutan Keempat: Konsumsi Karbohidrat paling Akhir

Mengonsumsi karbohidrat di urutan terakhir, dapat memperlambat proses penyerapan. Pada penderita diabetes, urutan ini membantu secara signifikan mengurangi kadar glukosa darah.
Bagi penderita diabetes, pilihlah jenis karbohidrat kompleks seperti oat, beras merah, quinoa, kentang, ubi, dan biji-bijian.
Seimbangkan Gula Darahmu dengan Susu Diabetes dari You & Milk

Selain memperhatikan jenis dan urutan makanan, penderita diabetes juga perlu memilih asupan minuman yang sesuai dengan kebutuhan.
Susu dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan nutrisi sehari-hari, terutama jika memilih produk yang memiliki kandungan gula lebih rendah.
You & Milk Diabalance hadir sebagai pilihan susu yang diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi orang dewasa yang perlu memperhatikan asupan gula.
Dengan kandungan gula yang lebih rendah, susu ini dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih terkontrol. Namun, konsumsi susu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan pola makan masing-masing.
Untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, konsumsi You & Milk Diabalance sebaiknya tetap disertai pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.